|
S
|
eharusnya kita tidak
ragu edikitpun tentang rezeki yang Allah janjikan untuk
kita, karena kita diciptakan sudah lengkap dengan rezekinya, tidak akan
meleset, apa yang sudah ditetapkan oleh Allah kepada kita pasti akan berjumpa,
dan apapun yang tidak ditetapkan untuk kita tidak akan pernah bertemu.
Kita diciptakan oleh
Allah Swt ketika dirahim umur 4 bulan, dalam hadist soheh sudah ditetapkan rezekinya, ajal, nikmat dan musibah yang akan menimpa dan amal-amal kita, kita tidak suruh mencari rezeki, tetapi kita disuruh menjemput rezeki.
Kalau mencari antara ada dan tiada, tetapi kalau menjemput berarti sudah pasti
ada walaupun belum tentu bertemu karena kurang sungguh-sungguh, kurang
terampil, dan kurang dalam berikhtiar.
Sebetulnya tidak ada
yang perlu kita ragukan tentang rezeki kita, karena berpuluh tahun kita hidup
pun, rezeki tetap sampai kepada kita, walaupun kita mengeluh tidak punya uang,
tidak punya makanan, tetapi tetap saja hidup ini tetap hidup, kita tetap hidup.
Rezeki secara umum
dibagi 3 (tiga), yaitu :
1.
Rezeki yang dijamin oleh Allah Swt;
Kita tidak akan mati sebelum jatah penguat tubuh kita habis / selesai.
“Dan tiada satupun mahluk yang melata
didunia ini, kecuali Allah sudah menjamin memberi rezeki padanya”. (QS Hud Ayat
3) ;
Jadi
Allah sudah menjamin, didunia ini tidak hanya kita, banyak yang lebih besar dari kita, gajah, jerapah, badak, ikan paus,
jauh lebih besar dari kita dan cukup.
Banyak
yang mencari nafkahnya lebih sulit dari kita, contoh nyamuk begitu berat mereka
mencari nafkah, sepanjang waktu penuh ancaman, tetap dicukupkan. Semua cukup,
sampai waktunya.
Kita
diciptakan sudah lengkap dengan rezekinya. Dirahim ibu, tidak tahu apapun,
cukup rezekinya. Sampai tubuh terbentuk dengan sempurna, padahal tubuh sangat
rumit sekali struktur dan komposisinya.
Waktu
bayi kita tidak tahu apapun, tidak tahu ilmu, pengalaman, wawasan, kita tetap dicukupkan
olehNYA dan bisa membesar.
Kita
tidak tahu nutrisi apa yang dibutuhkan untuk membesarkan tubuh kita, tetapi
cukup, Masya Allah..
Rezeki
mengejar kita, didalah rahim ibu rezeki mengejar lewat plasenta, waktu bayi
rezeki mengejar lewat air susu ibu sampai sebesar ini, Masya Allah..
Hanya orang-orang yang kurang iman
yang takut tidak kebagian rezeki, padahal dia makan rezeki itu setiap hari... hanya orang-orang yang “bodoh”
tentang keyakinan yang selalu cemas tentang rezekinya, padahal berpuluh tahun
dia didalam kecemasan, berpuluh tahun itu pula dia makan, dia minum, dia
bernafas, dia berpakaian, dia berteduh selalu ada... Masya Allah..
Kalau
ada yang cemas tentang rezeki masa yang akan datang, kenapa kita tidak melihat
puluhan tahun jaminan yang sudah diberikan, kalau ada yang cemas tentang
pensiun kenapa dia tidak lihat, 55 tahun hidupnya terjamin.
Kalau
ada yang gentar dengan globalisasi, gentar dengan BBM naik, itu hanya masalah
tentang keyakinan kepada Allah Swt. Orang yang yakin tidak akan ada gentarnya..
“Allah
ciptakan yang haram, ciptakan yang halal, yang mubah, ciptakan yang makruh,
tinggal dipilih.” Makan yang jadi ibadah, halalan toyyibah...
Ada
Allah ciptakan babi, ciptakan khamr minuman keras, Allah juga ciptakan yang
menimbulkan bau-bauan, Allah juga ciptakan rokok yang jelas meracuni tubuh,
tinggal pilih saja pasti semua kembalinya pada diri sendiri, mau yang halal
akan dapat kebaikan, mau yang haram akan dapat kerugian tidak akan meleset,
kita boleh memilih tapi sudah disiapkan oleh Allah.
Sudah
tua, rezeki tetap ada, tidak bisa mencari nafkah, datang dari anak, cucu,
menantu, pensiun, dll.
Sakit
tidak bisa makan, disuapin kalau masih ada rezekinya, tidak bisa mengunyah, ada
infus, sampai selesai jatah penguat
tubuh terakhirnya barulah kita akan mati.
Anak-anak kita juga ada rejekinya
sendiri-sendiri, jangan takut anak tidak ada rezeki, tetapi takutlah jika anak
tidak mengenal siapa pemberi rezekinya,
Takutlah anak tidak mengenal jalan
yang benar didalam menjemput rezekinya.
Takutlah anak tidak tahu syukur atas
rezeki yang sudah dinikmatinya, tidak bersabar ketika Allah menahan rezekinya,
dan tidak Ridho ketika Allah mengambil apa yang dititipkannya, semua cuma
titipan Allah Swt.
2.
Rezeki Yang Digantungkan oleh Allah
Swt;
Innallooha
laa yugoyyirun, Allah tidak merubah nasib satu kaum yang tidak mau berubah.
jadi
kita rubah diri kita, rubah apa? Rezeki sudah ada, Allah yang ciptakan, Allah
sediakan, Allah yang tahu tempatnya, kalau kita patuh kepada Allah, merubah
diri kita dari malas menjadi patuh, dari lalai menjadi sungguh-sungguh ingin
dekat dengan Allah Swt, Wamayyatakillaahayajallaahumahrojan, Allah akan tuntun,
kita akan diberi ide tahu dimana rezeki kita, kita menginginkan apa yang ditetapkan
Allah untuk kita, kita akan bergerak dengan lebih mudah seperti orang yang
dituntun.
Bekerja
bisnis jadi enak tidak pakai resah, tetapi jika tidak pakai taat, sholat
jarang, sedekah tidak mau, ngaji jarang, kemesjid tidak pernah, hati pasti akan
sangat capek sekali... walaupun dikasih dunia oleh Allah tetapi hati tidak
dikasih ketenangan oleh Allah Swt.
Dunia
ini tidak ada apa-apanya sama sekali, orang kafirin, dzolimin, munafikin,
pelacur pezina, orang-orang yg jahat, nista perbuatannya, dikasih rezeki ini,
karena tidak ada harganya, cuman uang cuman kertas pindah, Cuma ngaku-ngaku
sebentar, punya tanah sana, punya rumah, dia sendiri tidak menikmati, kalau
Allah cabut ketenangan hatinya hanya ngaku-ngaku saja, persis seperti anak
kecil yang ingin petasan, merengek menangis, lari kepasar sampai bersimbah
keringat, jatuh kakinya berdarah, demi petasan, tetapi ketika petasan itu
disulut, dia tutup telinga, tutup mata, diberikan kepada kakaknya yang bisa
menyulut dan dia bersembunyi, tidak mendengar apapun.
Banyak
manusia yang seperti anak kecil seperti ini, pontang-panting setiap hari tetapi
tidak dapat apa-apa. Apalagi makin tua makin dibatasi, diberi oleh Allah
penyakit asam urat, tidak bisa makan buah-buahan dan sayuran, diberi oleh Allah
kolesterol, penyakit gula, asma, sariawan, maka dunia semakin tidak ada
apa-apanya. Maka bagi kita menjemput rezeki harus dengan taqwa. Kalau dekat
dengan Allah, Allah akan menuntun, enaak, kita akan bekerja dengan rezeki kita,
kita akan bekerja dan bersimbah tetapi efektif. Tenang, jumpa cukup, tidak
resah, dunia bakal mengejar...
Tetapi
bagi orang yang tidak mau sholat, jauh dari agama, tidak mau ibadah, akan
terasa capek... adanya capek, tidak adanya lebih capek, adanya juga disiksa,
uangnya takut berkurang, perusahaanya takut ada saingan, capek... Demi Allah
dibuat capek oleh Allah hatinya, dan dia tidak bisa menikmati apapun. Punya apa
saja tapi tidak punya ketenangan sama dengan tidak punya apa-apa. Kasur empuk,
tidak tenang tidak bisa tidur, maka kalau pecinta dunia sibuk pontang-panting
ikut pelatihan ini, ikut kursus ini tetapi hati tidak nyantel ke Allah, tidak
akan ada artinya. Harta tidak akan dibawa mati, orang kaya mati tidak bawa
hartanya,
Bagi
kita kerja adalah ibadah, bisnis adalah ibadah, bukan mencari uang, mencari
berkah dari rezeki yang sudah ditetapkan untuk kita, pasti ada... jangan takut
oleh pesaing, mereka juga hamba Allah.. Allah yang ngasih, kenapa kita harus
takut oleh yang sama-sama dikasih, tidak ada kerjaan.. fokus aja kerja yang
lurus bagus, tidak akan kemana-man, karier dikantor tidak akan tertukar
takdirnya, tinggal menjadi orang yang benar saja, hatinya tulus ibadahnya
bagus, kerjanya lurus, ikhtiarnya serius, taubatnya terus menerus, semua Allah
yang ngurus (QS At-Talaq : 2-3), makanya
kalau ada orang yang suka mengeluh dan sering berkata susah itu adalah orang
yang bukan tidak ada rezekinya, tetapi tidak ada keyakinan, kesungguhan,
keikhlasan, yakinlah pasti jumpa..
3.
Rezeki yang dijanjikan
(QS Ibrahim : 7) Lainsakartum la’ajiidannakum
walinkafartum inna ajaabilasadiid.. Barang siapa yang bersyukur Allah akan
kasih tambah nikmat, jadi kita tidak usah risau dengan nikmat yang belum ada,
tetapi risaulah jika tidak mensyukuri karunia yang ada yang telah dinikmati,
Jika kita pandai mensyukuri maka Demi Allah akan datang, kita saja kurang
syukur diberi, apalagi ahli syukur... kita pelit saja dicukupi oleh Allah,
apalagi kita dermawan, model-model kita ini pantasnya kan disambar truk
toronton... tetapi Allah masih cukupi, Masya Allah... Kita ini pasti beda-beda
rezekinya, ada yang tanker, ada yang drum, ada yang ember, ada yang gayung,
macam-macam... Ibu – Bapak sama tetapi rezeki anaknya pasti beda-beda, satu
angkatan disekolah, umur sama tetapi rezeki beda-beda, suka-suka Allah menguji
hambanya, makanya tidak usah pikirkan rezeki orang lain syukuri saja rezeki
yang ada, kalo kita rezekinya kecil dosisnya, yang penting diatasnya ada
sumbernya, ada teko yang mengalirkan terus penuh sampai meluber dibagikan
sebagaimanapun luar biasa tidak akan pernah berkurang, cara yang paling gampang
mendatangkan rezeki adalah syukuri rezeki yang ada, gunakan untuk mendekat
kepada Allah Swt.. bayar hutang jual rumah perlu uang buat bayar kontrakan,
gampang sekali sedekah saja minimal seeprsepuluhnya saja dicoba, tunggu...
haqqul yaqin, haqqul yaqqin.. Allah tidak akan menyia-nyiakan orang sedekah,
tidak akan berkurang harta dengan bersedekah. Sayang kita berat mengeluarkan
uang, 10 ribu dimall dengan 10 ribu dimesjid beda rasanya, dimall terasa kecil
sekali 10 ribu tetapi dimesjid terasa besar sekali 10 ribu, itulah tipu daya
syetan yang membuat kita kikir bin pelit, Demi Allah jika kita gemar bersyukur
pasti Allah akan tambahkan, jangan pernah takut oleh rezeki yang belum ada,
tetapi takutlah tidak mensyukuri rezeki yang ada.
Wallahu a’lam..
Semoga Bermanfaat...

















































